Dibuat untuk menampung artikel-artikel menarik yang pernah saya dapatkan namun sering kali tidak sempat atau bahkan lupa saya baca.Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi saya ataupun orang lain.
Ketika di perintahkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala sujud kepada Nabi Adam 'alaihi salaam, syaithon menolak melaksanakan perintah ini. Akibatnya dia di usir, di ancam di masukkan neraka, dan di masukkan kedalam jajaran makhluk yang terkutuk. Tapi dengan sikap pongah, yang malah menunjukkankebrengsekannya, mereka berjanji akan menyesatkan anak keturunan Adam 'alaihis salam' yang menurutnya menjadi biang keladi pengusirannya dari surga.
"Saya benar-benar akan (menghalang- halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”(QS. Al-‘Araf: 16-17).
Disini, syaithon membuka hakikat penting yang tidak di ketahui banyak orang, yaitu mayoritas besar manusia tidak bersyukur kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan orang yang selamat di antara mereka adalah orang yang bersyukur.
Syukur
Kalimat (شَكَرَ الدَّابَّةُ) "syakarot Ad-dabbatu” maksudnya unta itu gemuk. Unta di katakan gemuk jika terlihat padanya tanda-tanda makanan yang telah dimakannya. Untuk di katakan syukur jika terlihat padanya kegemukan melebihi kadar porsi makanan yang telah di makannya. (lihat Uddatu Ash-Shobirin: 122).
Hai keluarga Daud, Lakukan Syukur Kepada Alloh! Subhanahu wa Ta’ala.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak berfirman kepada Nabi Daud'alaihis salam :
{اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا}
"Lakukanlan wahai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Alloh).”(QS. Saba' [34]: 13).
Namun Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman "lakukan" ini menandaskan syukur tidak terealisir dengan sempurna, kecuali dengan mengamalkan perintah Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya. Jadi syukur ialah realisasi ibadah itu sendiri. Ini tidak seperti yang dipahami sebagian besar orang bahwa syukur itu memuji Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan lidah, atau hanya komat-kamit setelah sholat, atau setelah makan kenyang.
Rosululloh Sholallohu 'alaihi wa Sallam Menerjemahkan Syukur ke Dalam Tindakan Nyata.
Aisyah rodhiallohu 'anha merasa heran dengan qiyamul lail (sholat malam) Rosululloh Sholallohu 'alaihi wa Sallam. Beliau melakukannya hingga kedua kaki beliau bengkak. Dengan nada takjub dan penuh tanda tanya, Aisyah rodhiallohu 'anha berkata: "Engkau masih berbuat seperti ini, padahal Alloh telah mengampuni dosa-dosa silammu dan dosa-dosamu pada masa mendatang". Rosululloh Sholallohu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?" (HR. Bukhori dan Muslim)
Rosululloh Sholallohu 'alaihi wa Sallam tidak memahami syukur sebatas ucapan, pujian dengan lidah. Menurut beliau, syukur adalah upaya seluruh anggota tubuh untuk mengerjakan apa saja yang diridhoi pemberi nikmat (Alloh Subhanahu wa Ta’ala).
Seluruh makna syukur ini dirangkum Ibnu Al-Qoyyim rohimahulloh dengan perkataannya: "Syukur adalah terlihatnya tanda-tanda nikmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala pada lidah hamba-Nya dalam bentuk pujian, dihatinya dalam bentuk cinta kepada-Nya, dan pada organ tubuh dalam bentuk taat dan tunduk". (lihat Tahdzib Madariju As-Salikin: 384).
Bentuk konkrit syukur adalah lidah tidak yang menyunjung selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan dihati tidak ada kekasih kecuali Dia. Kalaupun seseorang mencintai orang lain, ia mencintainya karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Lalu cinta ini dialihkan ke organ tubuh, kemudian seluruh organ tubuh mengerjakan apa saja yang diperintahkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi apa saja yang dilarang-Nya. Itulah figur orang syukur sejati.
Dan terhadap nikmat Robbmulah, Hendaklah Kamu Menyebut-nyebutnya!
{وَ أَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ}
Yang dimaksud menyebut-nyebut pada ayat diatas adalah menyebutkan nikmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala pada diri seseorang. Misalnya, dengan mengatakan:" Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah memberiku nikmat ini dan itu". Atau makna lainnya ialah berdakwah ke jalan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, menyampaikan risalah-Nya, dan mengajar ummat. Yang benar, ayat diatas mencakup kedua makna itu.
Seseorang perlu ingat saat dirinya berada dalam kesesatan dan bodoh, lalu bagaimana Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkannya dari kegelapan pekat itu kepada cahaya terang berderang. Ini seperti yang dilakukan Umar bin Khoththob rodiyallohu 'anhu, ia ingat saat dirinya berkubang dalam kejahiliyahan dan makan tuhannya dari kurma. Ia pun tertawa ketika ingat masa lalunya yang lucu itu. Setelah menjadi kaya, seorang muslim harus ingat bagaimana kondisi dirinya saat miskin. Ia mesti ingat hari-hari saat ia berada dalam ujian dan ruang geraknya dibatasi sebelum pindah ke tempat lain, atau sebelum situasi berubah. Ia ingat bagaimana badai ujian barlalu, lantas Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkannya dari badai itu. Demikianlah, ia ingat nikmat-nikmat seperti itu, lalu di tinadaklanjuti dengan da'wah ke jalan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Syukur Umum dan Syukur Khusus.
Setelah keterangan di atas, maka menjadi jelas bagi kita bahwa syukur terbagi ke dalam dua jenis: syukur umum dan syukur khusus.
Syukur umum terkait dengan dunia. Misalnya bersyukur atas nikmat seperti pakaian, makanan, harta, kesehatan, dan kendaraan.
Sedang syukur khusus terkait dengan akhirat. Misalnya bersyukur atas nikmat iman, tauhid, hidayah, bimbingan hingga bisa beribadah, isteri sholihah, anak-anak sholih, dan urusan akhirat lainnya.
Tragisnya sebagian besar manusia hanya mengerjakan syukur umum, karena menurut mereka manfaatnya bisa dirasakan secara langsung. Memang seperti itulah watak manusia.
Syarat-Syarat Syukur.
Ibnu Qoyyim rohimahulloh berkata: "Syukur seseorang terasa lengkap jika memenuhi tiga syarat dan dikatakan orang bersyukur jika melengkapi ketiga syarat itu. Ketiga syarat tersebut adalah sebagai berikut:
1)Ia mengakui nikmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya.
2)Ia menyanjung Alloh Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat itu.
3)Ia menggunakan nikmat itu untuk mendapatkan keridhoan-Nya" .
Mengakui nikmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala pada diri kita bisa di lakukan dengan cara kita tidak mengklaim nikmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala itu kita peroleh murni karena keahlian, atau pengalaman, atau usaha, atau jabatan, atau status sosial, atau kekuatan kita. Tapi, kita nyatakan nikmat pada dirinya itu murni berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Qorun mengklaim nikmat pada dirinya itu murni ia peroleh karena keilmuannya. Karena itu Alloh Subhanahu wa Ta’ala menenggelamkannya beserta istana ke dalam bumi.
Jika seseorang mengakui nikmat pada dirinya berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala, otomatis ia menyanjung-Nya atas nikmat-nikmat itu. Jika seseorang menyakini Alloh Subhanahu wa Ta’ala pemberi nikmat dan menyanjungnya, maka ia tidak etis menggunakan nikmat-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya. Misalnya ia mengembangkan hartanya hanya secara ribawi, atau seseorang diberi kesehatan tapi ia mendzolimi orang lain.
Jika kita melengkapi ketiga syarat syukur itu, maka Alloh Subhanahu wa Ta’ala pasti menambah nikmat–Nya pada kita dan memeberkahi nikmat-Nya pada kita, karena Dia berfirman:
"Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim [14]: 7) http://nurulilmi. com/renungan/ qolbi/67- qolbi/369- jika-bersyukur- aku-tambah- nikmatku. html
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah Lautnya pernah dibelah tongkat Musa Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah Dari langit burung-burung kondor menjatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah? Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah Atau menjadi kuli di negeri orang Yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah Orang baik dan bersih dianggap salah Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah Karena hanya penguasa yang boleh marah Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah Usirlah mereka dengan revolusi Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan !
Lirik Sajak / Puisi “Negeri para bedebah” oleh Adhie M Massardi
“Bermegah - megahan telah melalaikan kamu,Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, Jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, Dan sesungguhnya kamu benar - benar akan melihatnya dengan `ainul yaqin, Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah -megahkan di dunia itu)”. QS. At-Takaatsur (102) : 1 – 8
Di Neraka Karena Korupsi sehelai baju
Shahih Bukhori No. 1383. Dari Abdullah bin 'Amr ra, katanya: Dalam tanggungan rumah tangga Nabi saw, ada seorang laki-laki bernama Kirkirah. Ia mati dan Rasulullah saw, bersabda: "Ia di dalam neraka!" Orang banyak pergi melihatnya. Mereka itu mendapatkan jubah (baju) yang didapat dari penggelapan (ghulul).
(Ghulul (korupsi) artinya mengambil harta-kepunyaan bersama / rakyat untuk kepentingan sendiri. Penj)
Nasib Orang Korupsi di hari Kiamat
Shahih Bukhori No. 1382. Dari Abu Hurairah ra, katanya: Nabi saw, berdiri bersama kami, lalu beliau menyebut perkara korupsi. Beliau mengatakan perkara itu besar dan amat besar. Beliau bersabda: "Saya nanti menemui seorang kamu pada hari kiamat, di atas bahunya (kuduknya) ada kambing yang mengembek, kuda yang meringkik".
- Orang itu berkata: "Ya Rasulullah! Tolonglah saya!"
- Saya menjawab: "Saya tidak dapat menolong engkau sedikit pun.
Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau".
Dan di atas bahunya unta yang melenguh,
-Orang itu berkata: "Ya Rasulullah, tolonglah saya!"
- Saya menjawab: "Saya tidak dapat menolong engkau sedikit pun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau".
Dan di atas bahunya emas dan perak (harta). Ia berkata: "Ya Rasulullah! Tolonglah saya!"
- Saya menjawab: "Saya tidak dapat menolong engkau sedikit pun.
Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau".
- Dan di atas bahunya sepotong kain yang berkibar-kibar. Dia berkata: "Ya
Rasulullah! Tolonglah saya!"
- Saya menjawab: "Saya tidak dapat menolong engkau sedikit pun.
Shahih Muslim No. 1799 Senada dengan Hadist ini
Tidak diterima sedekah dari HASIL KORUPSI
Shahih Muslim No. 175. Dari Ibnu 'Umar ra, katanya: "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: 'Tidak diterima shalat seseorang tanpa suci, dan tidak diterima sedekah yang berasal dari kejahatan (seperti mencuri, menipu, menggelapkan atau korupsi, rampok, judi dan sebagainya).
IBROH : Sedekah tapi tidak diterima oleh Alloh SWT
Contoh Gambaran :
Ada seseorang yang kita cintai, kita kasihi dan kita percaya, bila ia minta apapun kita kasih. E.. pada suatu hari dia mencuri uang simpanan kita katakanlah Rp. 10.000.000,- , padahal uang tersebut untuk persediaan sekolah anak kita. Dan kita tahu persis pencurinya adalah dia. Tapi karena kebijaksanaan kita, biarlah nanti kita mencari lagi. Pada suatu hari dia datang bertamu dan ngasih anak kita uang Rp.100.000,- seolah-olah dia seorang Dermawan dan menyayangi anak kita, padahal sesungguhnya uang tersebut kan milik anak kita. Kira-kira kita berterima kasih atas pemberian tersebut atau kita bicara dalam hati Oh dasar pencuri, dengan hati yang jengkel pasti. Maka Sedekah dari KORUPTOR tidak diterima oleh Alloh SWT. seperti itulah Gambarannya.
Sampai-sampai Rosululloh SAW tidak akan memberi PERTOLONGAN (SAFA’AT) kepada KORUPTOR. Nauzu billaahi min zaalika Padahal kelak diyaumil Akhir hanya beliau yang sanggup memberi PERTOLONGAN.
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan ; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.QS.Al Baqoroh (2) ayat 168
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah (dengan tidak KORUPSI), jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah”.QS. Al Baqoroh (2) ayat 172
“maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. QS. Abasa 80 ayat 24
PERHATIKAN KEHIDUPAN ORANG-ORANG KORUPSI.
1. Keluarganya BERANTAKAN,
2. Akhir hayatnya MENGENASKAN,
Lihat disekitar kita contoh-contoh orang yang KORUPSI itu keluarganya bagaimana dan akhir hayatnya bagaimana. Jadilah Pemerhati. Dan jadikan Ibroh (Pelajaran) agar tidak melakukan KORUPSI, Manipulasi, mencuri, menipu dan perbuatan terkutuk yang lain yang dilarang oleh Islam, dalam mencari dan memberi nafkah, baik pada diri sendiri maupun pada keluarga yang kita sayangi.
Mohon maaf tidak bermaksud menggurui saya hanya ingin berbagi ilmu dan saling mengingatkan agar kita dapat selamat baik dunia sampai akhirat dan mudah - mudahan bermanfaat juga mudah mudahan Alloh SWT Ridho, Aaamiin.
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” QS. Al Baqarah (2) : 188.
Memberi uang suap kepada qadhi atau hakim agar ia membungkam kebenaran atau melakukan kebatilan merupakan suatu kejahatan. Sebab perbuatan itu mengakibatkan ketidakadilan dalam hukum, penindasan orang yang berada dalam kebenaran serta menyebarkan kerusakan di bumi. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
Dalam sebuah hadits marfu’ riwayat Abu Hurairah disebutkan : “Allah melaknat penyuap dan penerima suap dalam (urusan) hukum” (HR Ahmad, 2/387; shahihul jami’ : 5069).
Saat ini, suap menyuap sudah menjadi kebiasaan umum, bagi sebagian pegawai, suap menjadi income / pemasukan yang hasilnya lebih banyak dari gaji yang mereka peroleh. Untuk urusan suap menyuap banyak perusahaan dan kantor yang mengalokasikan dana khusus. Berbagai urusan bisnis atau mua’malah lainnya, hampir semua dimulai dan di akhiri dengan tindak suap. Ini tentu sangat tidak menguntungkan bagi orang-orang miskin. Karena adanya suap, undang-undang dan peraturan menjadi tak berguna lagi. Soal suap pula yang menjadikan orang yang berhak diterima sebagai karyawan digantikan mereka yang tidak berhak.
Dalam urusan administrasi misalnya, pelayanan yang baik hanya diberikan kepada mereka yang mau membayar, adapun yang tidak membayar, ia akan dilayani asal-asalan, diperlambat, atau diahirkan. Pada saat yang sama, para penyuap yang datang belakangan, urusannya telah selesai sejak lama.
Karena soal suap menyuap, uang yang semestinya milik mereka yang bekerja, bertukar masuk kedalam kantong orang lain, disebabkan oleh hal ini, juga hal yang lain maka tak heran jika Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memohon agar orang-orang yang memiliki andil dalam urusan suap menyuap semuanya dijauhkan dari rahmat Allah.
Dari Abdullah bin Amr Radhiallahu' anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Semoga laknat Allah atas penyuap dan orang yang disuap” (HR Ibnu Majah, 2313; shahihul jam’ : 5114).
Nasehat : Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, Sumber Dosa Dosa yang dianggap biasa
Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Yakub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi, Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat, Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik, Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa' dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik, Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, QS. Shaad (38) : 45.- 49 (pen)
679. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. berjalan melalui seorang lelaki dari golongan kaum Anshar dan ia sedang menasihati saudaranya tentang hal sifat malu - yakni malu mengerjakan kejahatan. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: "Biarkanlah ia, sebab sesungguhnya sifat malu itu termasuk dari keimanan." (Muttafaq 'alaih)
Malu itu ada yang baik dan ada yang jelek. Malu menjalani sesuatu kemunkaran dan kemaksiatan atau umumnya larangan agama atau hal-hal yang syubhat adalah terpuji dan sangat baik. Tetapi malu menjalankan ketaatan kepada Allah, misalnya malu melaksanakan shalat karena baru saja menyadari kebenaran beragama, malu pergi ke masjid, malu kalau tidak suka diajak berdansa-dansi, malu kalau menolak berjabatan tangan dengan wanita (bagi seorang lelaki), semuanya itu adalah tercela dan tidak ada kebaikannya samasekali.
Dalam hal ini ada sebuah Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari yang diterima dan' Abu Mas'ud yaitu Uqbah al-Anshari, mengatakan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda, "Sesungguhnya di antara hal-hal yang ditemui (didapatkan) dari ucapan kenubuwatan yang pertama ialah: Apabila kamu tidak malu, maka lakukanlah apa saja yang kamu kehendaki."
Adapun Hadis di atas itu mengandung pengertian sebagai ancaman atau untuk menakut-nakuti pada seseorang yang hendak berbuat semau-maunya. Jadr maksudnya ialah: "Kalau kamu tidak malu kepada Allah dalam melakukan kemunkaran dan kemaksiatan itu, terserahlah, kamu boleh melakukan apa-apa yang kamu inginkan dan sesuka hatimulah. Tetapi ingatlah bahwa setiap sesuatu itu ada balasannya, baik di dunia ataupun di akhirat."
Ada pula sebagian alim-ulama yang berpendapat bahwa maksud Hadis di atas itu adalah untuk menunjukkan kebolehan sesuatu kelakuan. Jelasnya: "Kalau kamu hendak melakukan sesuatu, sekiranya kamu tidak malu kepada Allah dan para manusia, sebab memang bukan larangan agama, baik sajalah kamu lakukan. Tetapi sekalipun agama membolehkan, kalau kamu malu, tidak kamu lakukanpun baik juga jikalau hal itu termasuk sesuatu yawaz (yakni bukan hal yang wajib atau sunnah). Jadi baik dilakukan atau ditinggalkan sama saja bolehnya."
680. Dari Imran bin Hushain radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sifat malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan." (Muttafaq 'alaih)
Dalam riwayat Muslim disebutkan: "Sifat malu itu baik seluruh akibatnya." Atau beliau s.a.w. bersabda: "Malu itu semuanya baik akibatnya."
Yang dimaksud itu ialah malu mengerjakan kejahatan atau hal-hal yang tidak sopan menurut pandangan umum. Adapun malu mengerjakan kebaikan, maka amat tercela dan tidak dibenarkan oleh agama.
681. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Keimanan itu ada tujuhpuluh lebih - tiga sampai sembilan -atau keimanan itu cabangnya ada enampuluh lebih - tiga sampai sembilan. Seutama-utamanya ialah ucapan La ilaha illallah dan serendah-rendahnya ialah menyingkirkan apa-apa yang berbahaya -semacam batu, duri, lumpur, abu kotoran dan Iain-Iain sebagainya -dari jalanan. Sifat malu adalah suatu cabang dari keimanan itu." (Muttafaq 'alaih)
682. Dari Abu Said al-Khudri r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu lebih sangat sifat malunya daripada seorang perawan dalam tempat persembunyiannya - yakni perawan yang baru kawin dan berada dalam biliknya dengan suami yang belum pernah dikenalnya. la amat sangat malu kepada suaminya itu. Jikalau beliau s.a.w. melihat sesuatu yang tidak disenangi, maka kita dapat melihat itu tampak di wajahnya." (Muttafaq 'alaih)
Para alim-ulama berkata: "Hakikat sifat malu itu ialah suatu budipekerti yang menyebabkan seseorang itu meninggalkan apa-apa yang buruk dan menyebabkan ia tidak mau lengah untuk menunaikan haknya seseorang yang mempunyai hak." Kami meriwayatkan dari Abul Qasim al-Junaid rahimahullah, katanya: "Malu ialah perpaduan antara melihat berbagai macam kenikmatan atau karunia dan melihat adanya kelengahan, lalu tumbuhlah di antara kedua macam sifat yang di atas tadi suatu keadaan yang dinamakan sifat malu."
Wallahu a'lam.
Wassalamualaikum Wr Wb
Nasehat : Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin BAB 84
Pertanyaan: Bagaimana hukum patung menurut pandangan Islam? Saya mempunyai beberapa buah patung pemuka Mesir tempo dulu, dansaya hendak memajangnya di rumah sebagai perhiasan, tetapi ada beberapa orang yang mencegahnya dengan alasan bahwa hal itu haram. Benarkah pendapat itu? Jawaban: Islam mengharamkan patung dan semua gambar yang bertubuh, seperti patung manusia dan binatang. Tingkat keharaman itu akan bertambah bila patung tersebut merupakan bentuk orang yang diagungkan, semisal raja, Nabi, Al Masih, atau Maryam; atau berbentuk sesembahan para penyembah berhala, semisal sapi bagi orang Hindu. Maka yang demikian itu tingkat keharamannya semakin kuat sehingga kadang-kadang sampai pada tingkat kafir atau mendekati kekafiran, dan orang yang menghalalkannya dianggap kafir. Islam sangat menaruh perhatian dalam memelihara tauhid, dan semua hal yang akan bersentuhan dengan aqidah tauhid ditutup rapat-rapat. Sebagian orang berkata, "Pendapat seperti ini berlaku hanya pada zaman berhala dan penyembahan berhala, adapun sekarang tidak ada lagi berhala dan penyembah berhala." Ucapan ini tidak benar, karena pada zaman kita sekarang ini masih ada orang yang menyembah berhala dan menyembah sapi atau binatang lainnya. Mengapa kita mengingkari kenyataan ini? Bahkan di Eropa banyak kita jumpai orang yang tidak sekadar menyembah berhala. Anda akan menyaksikan bahwa pada era teknologi canggih ini mereka masih menggantungkan sesuatu pada tapal kudanya misalnya, atau pada kendaraannya sebagai tangkal. Manusia pada setiap zaman selalu saja ada yang mempercayai khurafat. Dan kelemahan akal manusia kadang-kadang menyebabkan mereka menerima sesuatu yang tidak benar, sehingga orang yang mengaku berperadaban dan cendekia pun dapat terjatuh ke dalam lembah kebatilan, yang sebenarnya hal ini tidak dapat diterima oleh akal orang buta huruf sekalipun. Islam jauh-jauh telah mengantisipasi hal itu sehingga mengharamkan segala sesuatu yang dapat menggiring kebiasaan tersebut kepada sikap keberhalaan, atau yang didalamnya mengandung unsur-unsur keberhalaan. Karena itulah Islam mengharamkan patung. Dan patung-patung pemuka Mesir tempo dulu termasuk ke dalam jenis ini. Bahkan ada orang yang menggantungkan patung-patung tersebut untuk jimat, seperti memasang kepala "naqratiti" atau lainnya untuk menangkal hasad, jin, atau 'ain. Dengan demikian, keharamannya menjadi berlipat ganda karena bergabung antara haramnya jimat dan haramnya patung. Kesimpulannya, patung itu tidak diperbolehkan (haram), kecuali patung (boneka) untuk permainan anak-anak kecil, dan setiap muslim wajib menjauhinya.
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". QS. An-Nahl (16) : 115.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. QS. Al-Baqarah (2) : 214.
Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.
Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram. Antara lain ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya?"
Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina..Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini? "Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia."
Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas.
Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut. Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."
Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah.
Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam bukunya : "Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131: "Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?"
Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihdt fi at Tafsr al Qur'anal Karm, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi : "Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini, generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini. Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya : Kolera babi, yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus, Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi. Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian. Penyakit pengelupasan kulit. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.
Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.
Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia -Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular - menyatakan : daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.
Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi.
Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi.
SARS - Flu Burung - Babi
Ketakwaan Belakangan ini kembali dunia diguncangkan oleh wabah mematikan bernama Flu Burung selang tak lama sebelumnya juga sempat terdengar luas dampak tersebarnya penyakit mematikan bernama SARS terhadap perekonomian negara-negara asia, dan untuk peristiwa terkini tidak tanggung-tanggung gelombang wabah ini disinyalir juga telah merambah bumi pertiwi Indonesia, yang 80% lebih penduduknya memeluk agama Islam sekaligus mengukuhkannya sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.
Untuk mengetahui seluk beluk Flu Burung dan korelasinya dengan binatang bernama babi, saya mencoba mengulas dengan singkat aspek tadabur ilmiah yang bisa kita ambil bersama ketika melihat fenomena-fenomena alam yang terjadi (ayat-ayat kauniyah). Sebagian besar ulasan ini adalah terjemahan singkat dari makalah seminar "Virusinfektionen : Respirationstrakt, Nervensystem, Haut" oleh para mahasiswa jurusan Ilmu Virus (Virologie) di Universitätklinikum Heidelberg, Jerman.
Untuk diketahui bahwa virus yang menyerang saluran pernapasan ada beberapa macam, diantaranya dibagi dalam 3 kategori yaitu:
Infeksi virus yang menyerang anak-anak : Parainfluenza Virus, Respiratory Syncytial-Virus.
Influenza (Virusgrippe) : Influenza Virus.
Dimana penyakit yang disebabkan oleh virus-virus kategori 1 dan 3 terdapat beberapa perbedaan, antara lain :
Organ yang diserang oleh virus-virus kategori no. 1 meliputi hidung dan tenggorokan, sedangkan virus kategori no. 3 menyerang seluruh organ.
Tahap awal penyakit akibat virus kategori no 1. lazimnya perlahan-lahan dan bertahap, sedangkan penyakit yang disebabkan oleh virus kategori ke 3. adalah secara spontan.
Suhu badan si penderita yang terinfeksi virus kategori no 1.. lazimnya perlahan-lahan naik sampai 38°C. Sedangkan penderita penyakit akibat virus kategori no. 3 panasnya relativ tinggi hingga melewati 38° sampai 41°C.
Dan yang paling membedakan adalah penyakit akibat virus no. 1 jarang disertai dengan komplikasi, namun penyakit akibat infeksi virus kategori no.. 3 disertai dengan bronchitis, pneumonie, otitis media, biokarditis.
Di Jerman sendiri menurut makalah seminar tersebut 4 hingga 5 juta orang terinfeksi virus influenza setiap tahunnya dan sekitar 15.000 di antaranya meninggal dunia. Masih menurut penelitian yang sama kasus penyakit ini paling sering timbul di antara bulan Januari dan Februari setiap tahunnya. Sejarah juga mencatat bahwa pada tahun 1918-1919 di Spanyol 20 hingga 50 juta orang meninggal dunia akibat influenza, di Asia pada tahun 1957-1960 kira-kira 1 juta orang meninggal juga akibat influenza.
Apakah Itu Influenza?
Morfologi dan stuktur virus influenza. Virus influenza berasal dari Famili Orthomyxovirida. Virus ini berdiameter 80 - 120 nanometer. Di dalamnya mengandung RNA yang di kelilingi oleh lapisan Nukleoprotein. Lapisan luarnya terdiri atas lipida yang terdiri atas Haemaglutinin (H: H1,H2 etc.) dan Neuraminidase (N: N1,N2 etc.). Pada Influenza A di lapisan luar terdapat tambahan Ionenkanal-Protein M2.
Macam-macam Virus Influenza :
Influenza A : Virus yang paling sering muncul, sangat variable (bervariasi, dapat bermutasi): antigenetic drift and shift.
Influenza B : Perantara virus ini hanya manusia, lebih sedikit variable di banding virus A
Influenza C : jarang, hanya terjadi pada manusia, infersi yang tidak berbahaya, inapparent. Antigen terbukti terdapat pada Rachenabstrich (reak) dan Nasensekret (ingus).
Virus Influenza dapat bervariasi (bermutasi) tergantung pada organisme yang akan diserang. Dan ini akan membuat sistem pertahanan tubuh kita bekerja keras untuk melawan virus yang beragam ini. Simplifikasinya dengan contoh, misal ada 2 jenis virus, yang pertama adalah virus yang mengandung H1 dan N1 dan yang terakhir virus yang mengandung H5 dan N2 di lapisan terluarnya. Dari 2 jenis virus (H1N1 dan H2N5) tersebut akan timbul jenis virus baru melalui mutasi (proses perubahan selaput luar protein dari virus secara perlahan) yang dikenal dgn proses antigen-drift.
Dalam hal ini epidemi (penyebaran penyakit dalam sebuah populasi secara massal) sangat mungkin terjadi. Sedangkan melalui proses reassortment (proses perubahan selaput luar protein dari virus secara radikal) yang dikenal dgn antigen-shift, akan timbul jenis virus baru (H5N1) hasil silang dari 2 jenis virus diatas (H1N1 dan H2N5) yang memungkinkan timbulnya pandemi (epidemi dalam ruang lingkup lintas negara atau dunia). Virus jenis seperti yang terakhir disebut di atas (H5N1) -- yang timbul dari proses reassortment -- akan kita bicarakan lebih lanjut, karena virus influenza yang akhir-akhir ini menjadi pandemi di Hongkong, Vietnam dan di negara-negara Asia lainnya termasuk Indonesia muncul karena proses tersebut.
Menurut penelitian Universitätsklinikum Heidelberg, virus influenza A pada unggas (H1N1 thn 1979) dan virus influenza A pada manusia (H3N2 thn 1968) berubah bentuk dengan proses reassortment genetik yang berlangsung di dalam tubuh babi. Dalam perkembangannya, babi menjadi hewan perantara virus influenza A tersebut (Reassortants 1985-1989). Maka dari situ muncullah jenis virus baru, yang mutan dan immun terhadap segala macam serum yang kita miliki. Virus jenis baru ini tentu saja patogen (merugikan) pada manusia dan hewan. Jenis virus baru ini sekarang kita kenal dengan virus SARS dan virus Flu Burung yang belakangan ini menyebabkan kematian pada manusia.
Ibroh (Pelajaran) Dari penerangan di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa babi merupakan perantara (Reassortants) penyakit-penyakit gawat yang timbul belakangan ini. Suatu hasil penelitian di Swiss mengatakan jenis kromosom yang ada pada tubuh babi mirip dengan kromosom yang ada pada tubuh manusia, sehingga dengan mudahnya suatu virus mengubah bentuk dengan melalui proses reassortment menjadi sebuah varian virus baru yang immun terhadap segala macam serum.
Dalam ilmu kedokteran di Jerman, hewan babi juga dikenal dengan sebutan "Bioreaktor" utk berbagai macam virus. Alhamdulillah sebagai seorang muslim kita sudah mengetahui sejak dulu bahwa Allah melarang kita memakan babi. Dari sini kita dapat mengambil hikmah mengapa kita tidak boleh menjadikan hewan babi sebagai makanan. Bertambahlah satu bukti kebenaran Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah saw. 1400 tahun yang silam. Kebenaran Al-Quran ditunjukkan Allah kepada umat manusia baik itu muslim maupun non-muslim, bahwa babi adalah penyakit. Penyakit dalam arti penyebar penyakit, penyebab penyakit badan, atau pun penyakit dalam hubungannya dengan kelakuan manusia yang mengkonsumsinya.
Seperti yang bisa kita lihat belakangan ini, manusia yang berkelakuan seperti babi yaitu free sex, pesta sex (orgy), gonta ganti pasangan, bahu membahu untuk menggauli wanita, mencari rejeki di tempat-tempat yang kotor dan lain sebagainya.
Satu lagi kabar dari Jerman, Armien Meiwes sang kanibal dari Rottenberg, yang menghabisi nyawa sekaligus memakan lahap jasad pasangan homosexualnya, mengatakan dalam surat kabar Jerman "Hamburger Abendblatt" tanggal cetak 5 januari 2004, bahwa dia tidak menemukan perbedaan cita rasa antara daging manusia dan babi. Na'udzubillahi min dzalik.
"Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman." (QS Asy Syu'araa' : 174)
"Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS Al Baqarah : 209)
Semoga tulisan diatas semakin menambah keimanan kita sebagai muslim, dan mampu menjadi bukti kebenaran Al Islam bagi orang-orang yang belum beriman. Wallahu'allam bishshowab.
KGS. Alfa Riza*
Hannover (Jerman), 30 Januari 2004
*)Penulis adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan Tekhnologi Pangan dan Persusuan Fachhochschule Hannover, Jerman.
Koordinator Media dan Informasi Keluarga Muslim Hannover (KMH) Jerman." Sumber : http://groups. yahoo.com/ group/tahajjud_ call/message/ 7964
Wahai saudaraku….yang dirahmati dan semoga kita semua tetap dalam lindungan dan naungan Alloh swt dan semoga kita diberi kekuatan untuk menghindari dan terhindar dari dosa dosa serta kesalahan kesalahan baik yang kita sengaja maupun yang tidak kita sengaja dan mari kita sama sama merenungi, agar kita tetap bertahan di jalan yang dirihoi Alloh serta terhindar dari dosa - dosa serta terhindak dari yang telah di Haramkan oleh Alloh swt, agar setiap doa dan permohonan kita dikabulkan oleh Alloh swt, dan kita semua selamat juga terhindar dari murka Alloh sebagaimana mana firman Alloh dalam Al-Qur’an tersebut dibawah ini :
“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya) , melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lohmahfuz). QS. Al-Isra (17) : 58.
Sudah terlalu banyak contoh dan buktinya, apakah kita masih tidak berfikir dengan berbagai musibah dan kejadian baik yang kita alami, kita saksikan dan kita dengar juga kita baca dari berbagai mass media, adapun dosa dosa dan larangan baik yang tercantum dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits dapat menjadikan renungan untuk bahan hijrah menuju yang lebih yakni surga baik surga kenikmatan dan rahmat didunia maupun surga dan rahmat kenikmatan di akhirat nanti sebagaimana janji Alloh :
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. QS. Al-Qoshosh (28) : 77.
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya ; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” QS. Ar Ra’d (13) : 35
Allah telah menjanjikan surga bagi orang yang takwa. Yaitu orang yang mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Oleh karena itu hendaklah kita mempelajari apa saja larangan atau hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT agar kita tahu dan tidak mengerjakannya.
Pertama - tama kita harus tahu bahwa dosa itu adalah hal-hal yang membuat kita gelisah / tidak tenang dan malu jika diketahui orang lain:
Dari Nawas bin Sam’an ra bahwa Nabi SAW bersabda, “Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah segala sesuatu yang menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain.” (HR. Muslim)
Dan dari Wabishah bin Ma’bad ra dia berkata: Aku datang kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?” Aku berkata,” Ya.” Beliau bersabda, “Bertanyalah kepada hatimu. Kebajikan adalah apa yang menjadikan tenang jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa yang menggelisahkan jiwa dan menimbulkan keraguan dalam hati, meskipun orang-orang terus membenarkanmu.”(Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darimi)
Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai (Allah). (HR. Aththusi)
Syirik Dosa yang Terbesar dan Tidak Diampuni Allah SWT
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki- Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” QS. An Nisaa’ (4) : 116
Syirik adalah menyembah adanya Tuhan lain selain Allah SWT, dan yang sering dilakukan ummat Islam adalah syirik kecil seperti pergi ke Dukun atau Orang ”Pintar”, memakai jimat (cincin, kalung, dsb), mempercayai ramalan, dan sebagainya.
“Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima”. (HR. Muslim)
“Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya kepada ucapannya maka dia telah mengkufuri apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad Saw”. (Abu Dawud)
“Sesungguhnya pengobatan dengan mantra-mantra, kalung-gelang penangkal sihir dan guna-guna adalah syirik”. (HR. Ibnu Majah)
Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah bersyirik kepada Allah. Para sahabat bertanya, “Apakah penebusannya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada ilah (tuhan / yang disembah) kecuali Engkau.” (HR. Ahmad)
Durhaka kepada Ibu dan Bapak (Orang Tua)
“….dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin,…” QS.Al-Baqarah (2) : 83
“dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka”. QS. Al.Infithaar (82) : 14.
Termasuk dosa besar seorang yang mencaci-maki ibu-bapaknya. Mereka bertanya, “Bagaimana (mungkin) seorang yang mencaci-maki ayah dan ibunya sendiri?” Nabi Saw menjawab, “Dia mencaci-maki ayah orang lain lalu orang itu (membalas) mencaci-maki ayahnya dan dia mencaci-maki ibu orang lain lalu orang lain itupun (membalas) mencaci-maki ibunya. (Mutafaq’alaih)
Aku beritahukan yang terbesar dari dosa-dosa besar. (Rasulullah Saw mengulangnya hingga tiga kali). Pertama, mempersekutukan Allah. Kedua, durhaka terhadap orang tua, dan ketiga, bersaksi palsu atau berucap palsu. (Ketika itu beliau sedang berbaring kemudian duduk dan mengulangi ucapannya tiga kali, sedang kami mengharap beliau berhenti mengucapkannya) . (Mutafaq’alaih)
Tidak Mengerjakan Shalat
QS. Al-Isra (17) : 78.“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”.
“kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, QS. Al-Ma’ariij (70) : 22.
“yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, QS. Al-Ma’ariij (70) : 23.
“Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. QS. Al-Ma’ariij (70) : 34.
“Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk”. QS. Al-Baqarah (2) : 238.
“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. QS. Al-Baqarah (2) : 110.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.QS. Al-Baqarah(2) : 153.
Tidak mengerjakan shalat adalah dosa besar. Demikian pula meninggalkan kewajiban lainnya dalam rukun Islam seperti puasa, zakat dan Haji (bagi yang mampu).
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”, Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak mengerjakan shalat” QS. Al- Muddatstsir: ( 74) : 42 - 43
Membunuh Manusia dan Bunuh Diri
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) , melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara lalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh.Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.QS.Al-Israa (17) : 33
“…….dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. QS. Al-Imran (3) : 21
“…..Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.QS. An-Nisa (4) : 29.
“Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. QS. An-Nisa (4) : 93.
Berzina
“Dan janganlah kamu mendekati zinah; sesungguhnya zinah itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. QS. Al-Isra (17) : 32.
Dari ‘Aisyah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak halal membunuh seorang muslim kecuali salah satu dari tiga hal: Orang yang telah kawin yang berzina, ia dirajam; orang yang membunuh orang Islam dengan sengaja, ia dibunuh; dan orang yang keluar dari agama Islam lalu memerangi Allah dan Rasul-Nya, ia dibunuh atau disalib atau dibuang jauh dari negerinya.” [Abu Dawud dan Nasa'i]
Murtad
“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki- Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. QS. Al-Maa’idah (5) : 54.
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”.QS. Al-Baqarah (2) : 208.
“Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku" . Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba- Nya”.QS. Al-Imran (3) : 20.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.QS. Al-Imran (3) :102.
“Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)?”.QS. Al-Qalam (68) : 35.
“Dan bahwasanya: jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)”.QS. Al-Jin (72) : 16.
Riba (Mengambil Bunga)
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat) , sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba………”QS. Al-Baqarah (2) : 275.
Sering ada rentenir atau Bank yang menggunakan bunga berlipat ganda hingga akhirnya orang yang tidak mampu membayar kehilangan rumah karena disita.
Mengapa negeri kita sering dilanda bencana? Mungkin karena zinah dan riba, dan dosa dosa lain, sudah merajalela di negeri ini.
Apabila perzinahan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)
Menyerupai Lawan Jenis, Berzinah dengan Hewan, dan Homoseks
Sering kita lihat baik di TV atau ditempat tempat hiburan lainnya, dipertontonkanpria berpakaian perempuan, atau perempuan berpakaian laki laki untuk memancing tawa, padahal itu dosa. Laki-laki tidak boleh berdandan dan berpakaian seperti wanita, demikian pula sebaliknya.
Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau lalu menjawab, “Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
Mengurangi Takaran atau Timbangan Ketika Berdagang
Sering pedagang sengaja mengurangi takaran atau timbangan ketika berdagang agar cepat untung. Padahal ini hanya membuat orang jadi kapok membeli di tempatnya lagi karena sudah ditipu. Selain itu ini adalah dosa dengan neraka Sijjiin sebagai balasannya.
Dari Ibnu Abbas dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. sampai ke Madinah, diketahui bahwa orang-orang Madinah termasuk yang paling curang dalam takaran dan timbangan. Maka Allah menurunkan Surat Al-Muthafifin (83) yang artinya “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang”, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.( QS. Al-Muthafifin : 1-3) sebagai ancaman kepada orang-orang yang curang dalam menimbang. Setelah ayat ini turun orang-orang Madinah termasuk orang yang jujur dalam menimbang dan menakar. (An-Nasa’i dan Ibnu Majah)
Menyembunyikan cacat barang atau barang palsu sama dengan di atas, Minum Khamar / Minuman Keras, Berjudi, dan Memberi Sesajen atau sesaji
”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” QS. Al-Maa’idah (5) : 90
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar (minuman yang mengandung Al-Kohol. Pen) dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir”,QS. Al-Baqarah (2) : 219.
“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”.QS. Al-Maa’idah (5) : 91.
Banyak orang Islam yang minum bir dan minuman beralkohol lainnya padahal itu haram.Tiap minuman yang memabukkan adalah haram (baik sedikit maupun banyak). (HR. Ahmad)
Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lewat di samping sebuah gundukan makanan (sejenis gandum). Lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam gundukan makanan tersebut sehingga jari-jarinya basah. Beliau bertanya, "Apa ini wahai pemilik makanan?" Ia menjawab, "Kehujanan, wahai Rasulullah!" Rasulullah bersabda,
"Kenapa tidak engkau letakkan di (bagian) atas makanan sehingga orang-orang dapat melihatnya? Barangsiapa menipu maka dia tidak termasuk golongan kami."( Hadits riwayat Muslim, 1/99.)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak halal bagi seorang muslim menjual barang kepada saudaranya yang di dalamnya ada cacat, kecuali ia menerangkan cacat tersebut." (Hadits riwayat Ibnu Majah,2/754; Shahihul Jami’, 6705.)
"Kedua orang yang sedang jual beli ada di dalam khiyar (pilihan) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menerangkan (aib barang) maka jual beli keduanya diberkahi. Tetapi jika keduanya berdusta dan menyembunyikan (aib barang) maka dihapuslah berkah jual beli keduanya."(Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari,4/328.)
Mencuri
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.QS. Al-Maa’idah (5) :38.
Korupsi, Manipulasi, Mencuri, Copet atau merampok dan perbuatan kriminal lainnya itu adalah mengambil hak orang lain dan haram hukumnya. Dalam Islam hukumnya potong tangan agar mereka jera. Kalau cuma penjara, maka kejahatan itu merajalela karena di penjara justru mereka dapat teman / network yang lebih luas.
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Al Maa-idah:38]
Jangan Membakar Makhluk ciptaan Allah SWT
Pernah kita baca, kita dengar, dan kita ketahui, ada masyarakat yang membakar pencuri karena marah. Atau memusnahkan hewan, atau mackhluk ciptaan Alloh lainnya, dengan cara dibakar, yang dianggap membawa bencana, Padahal Allah melarang kita menghukum dengan siksaan Allah. Jangan menyiksa dengan siksaan Allah (artinya: menyiksa dengan api). (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)
Tidak Mau Berjihad
Al-Qur’an Surat At Taubah ayat 44-50 dan 81-95 menyatakan bahwa orang yang tidak mau berjihad sebagai orang kafir dan munafik yang tidak boleh disholati jika meninggal.
“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka.Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu - raguannya. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu. Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang di antara kamu ada orang - orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang - orang yang zalim. Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari - cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan) mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya. Di antara mereka ada orang yang berkata: Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah". Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir. Jika kamu mendapat sesuatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: "Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi berperang)" dan mereka berpaling dengan rasa gembira”. QS.At-Taubah (9) 44 -50
“Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: Api neraka Jahanam itu lebih sangat panas (nya)", jika mereka mengetahui. Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk ke luar (pergi berperang), maka katakanlah: "Kamu tidak boleh ke luar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang - orang yang tidak ikut berperang". Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir. Dan apabila diturunkan sesuatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): "Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk". Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan 'uzur, yaitu orang-orang Arab Badui agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih. Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu", lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka). Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: "Janganlah kamu mengemukakan 'uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka Jahanam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. QS.At-Taubah (9) : 81 - 95
Dijelaskan pada ayat tersebut diatas :
”Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan jenazah seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri mendoakan di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” QS.At-Taubah (9) : 84
Saat ini ada kelompok yang mencerca para mujahidin, diseluruh pelosok bumi, dan melarang ummat Islam berjihad dengan berbagai alasan. Untuk itu, ayat-ayat Al Qur’an di atas bisa jadi pedoman bagi kita agar tidak tersesat. Dan jihad bukan hanya perang saja, melainkan semua perjuangan yang bersipat membela, memperjuangkan, dan melestarikan juga melaksanakan semua perintah maupun larangan Alloh, sesuai Al-Qur’an dan As-Sunah, yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an juga termasuk jihad.
“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar”. QS. An-Nisa (4) : 95.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”. QS. Al-Maidah (5) : 35.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar”. QS. Al_Imran (3) : 142.
Tidak Mau Menjalankan Hukum Allah
“…….Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan Al Hikmah (As Sunah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. QS. Al-Baqarah (2) : 231
“Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu”.QS.At-Taubah (9) : 112.
”…Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik” QS.Al Maa’idah (5) : 47
Saat ini banyak ummat Islam yang tidak mau menjalankan hukum Allah. Mereka lebih suka memakai hukum yang dibuat kaum Yahudi dan Nasrani dari Barat.
Mengkafirkan Sesama Muslim
“Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar”. QS. Al-Fath (48) : 10.
“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)”. QS. Al-Fath (48) : 18.
”Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS.Al Mumtahanah (60) : 12]
Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)
Berdusta
Mendapat / Membaca Informasi dari orang Fasik / Kafir tanpa Memeriksa Sering orang Islam mendapatkan informasi dari media massa orang yang fasik atau kafir tanpa tabayyuun / memeriksa berita sehingga akhirnya ummat Islam menganggap Islam itu keras, Muslim adalah teroris, MUI lembaga yang tidak kredibel, dan sebagainya.
”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” QS. Al Hujuraat (49) : 6
Oleh karena itu ummat Islam hendaknya mencerna hati-hati berita dari kelompok kafir / Yahudi / Liberal seperti dari CNN, Fox, BBC, dan sebagainya agar tidak termakan fitnah bahwa pejuang kemerdekaan Palestina adalah teroris sementara negara Israel yang banyak membantai ummat Islam justru dibela dan dianggap baik.
Carilah berita dari Media Islam seperti TV Al Jazeera, Hidayatullah. com, Eramuslim.com, dan sebagainya.
Berperang / Tawuran terhadap Sesama Muslim
Ummat Islam itu bersaudara. Sayangnya ternyata banyak peperangan / tawuran terhadap sesama Muslim. Iraq menyerang Iran, kemudian Iraq juga menyerang Kuwait dan Arab Saudi yang dibalas Arab Saudi dengan mengundang tentara kafir AS ke negaranya.
Di Indonesia pun sering terjadi tawuran sesama Muslim yang tak jarang memakan korban jiwa. Baik antar warga seperti warga Matraman, Otista Raya, Manggarai, dan masih banyak daerah daerah lain yang mayoritas penduduknya ber agama Islam, atau anak-anak SMP, SMA, bahkan Universitas. Sungguh sangat aneh jika mereka takut berjihad ke Palestina melawan penjajah Yahudi tapi begitu berani ”berperang” sampai mati terhadap sesama Muslim lewat tawuran.
”Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil ; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” QS. Al Hujuraat (49) : 9 - 10
Meniru Orang Kafir
Karena pengaruh film Holywood atau Sinetron TV, banyak remaja Islam yang meniru tingkah laku orang-orang kafir dari pacaran di malam Minggu, mengumbar aurat, hingga berzina, dan masih banyak prilaku menyimpang lainnya yang jauh dari didikan dan contoh yang telah dicontohkan oleh baginda Nabi Besar Muhammad saw
Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) tingkah-laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Abu Dawud)
Merendahkan dan Menghina Sesama Muslim
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” QS. Al Hujuraat (49) : 11
Buruk Sangka dan Menggunjing
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” QS. Al Hujuraat (49) :12
Menghambur-hamburka n Uang atau Boros
”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburka n (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” QS. Al Israa’ (17) : 26 - 27
Allah melarang ummat Islam hidup boros dengan menghabiskan uang untuk hal yang tidak bermanfaat atau berlebihan seperti membeli barang terlampau mewah dan banyak, merokok, membakar petasan, dan sebagainya. Orang yang boros adalah saudara setan, demikian firman Allah SWT tersbut diatas.
Bermegah-megahan
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). QS.At-Takatsur (102) : 2 - 8
Sering orang bermegah-megahan dalam soal banyak harta, banyak pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya sehingga lalai dari beribadah kepada Allah SWT.
Dari Ibnu Buraidah dikemukakan bahwa ayat At-Takatsur 102 : 1-2 turun berkenaan dengan dua qabilah Anshar. Bani Haritsah dan Bani Harts yang saling menyombongkan diri dengan kekayaan dan keturunannya dengan saling bertanya: “Apakah kalian mempunyai pahlawan yang segagah dan secekatan si Anu?” Mereka menyombongkan diri pula dengan kedudukan dan kekayaan orang-orang yang masih hidup. Mereka mengajak pula pergi ke kubur untuk menyombongkan kepahlawanan dari golongannya yang sudah gugur, dengan menunjukkan kuburannya. Ayat ini (S.102:1-2) turun sebagai teguran kepada orang-orang yang hidup bermegah-megah sehingga terlalaikan ibadahnya kepada Allah. (Ibnu Abi Hatim)
Mengumbar Aurat
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda - tanda kekuasaan Allah, mudah - mudahan mereka selalu ingat”.QS. Al-A’raaf (7) : 26.
Nabi SAW bersabda: ”Ada dua golongan dari penghuni neraka yang aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)
Memutus Silaturrahim / Hubungan Kekeluargaan
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. QS. An-Nisa (4) : 1.
Orang yang memutus hubungan kekeluargaan tidak akan masuk surga. (Mutafaq’alaih)
Mengangkat Orang Kafir sebagai Wali, Pemimpin atau Pelindung
Tidak sedikit orang mengaku ber Agana Islam yang memilih orang kafir dalam Pemilu sebagai pemimpin atau sebagai guru / pelindung bagi anak-anaknya, padahal masih ada orang Islam yang bisa dipercaya. Dalam An Nisaa’ ayat 144 Allah akan menyiksa orang yang berbuat itu:
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” QS. An Nisaa’ (4) : 144
Kencing Tidak Dibasuh Air dan Tukang Adu Domba
Banyak pria yang kencing di jalan, ditempat tempat pemberhentian bus atau terminal, atau tempat tempat lain dan tidak membasuh kemaluannya dengan air (minimal 3x). Padahal itu akan mendapat siksa kubur. demikian juga orang yang suka mengadu domba.
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri”. QS. Al-A’la (87) : 14.
”.…….Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. QS. Al-Baqarah (2) : 217
“Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari isi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal”. QS. Al-Imran (3) : 7.
Ibnu Abbas berkata, “Nabi Muhammad saw. melewati salah satu dinding dari dinding - dinding Madinah atau Mekah, lalu beliau mendengar dua orang manusia yang sedang disiksa dalam kuburnya. Nabi Muhammad saw lalu bersabda,’ Sesungguhnya, mereka benar-benar sedang disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar.’ Beliau kemudian bersabda, ‘Yang seorang tidak bersuci dalam kencing dan yang lain berjalan ke sana ke mari dengan menebar fitnah (mengadu domba / memprovokasi) .’ Beliau kemudian meminta diambilkan pelepah korma yang basah, lalu dibelah menjadi dua, dan beliau letakkan pada masing - masing kuburan itu satu belahan. Lalu dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, mengapakah engkau berbuat ini?’ Beliau bersabda, ‘Mudah -mudahan keduanya diringankan selama dua belah pelepah itu belum kering.’ [HR Bukhari]
Selain hal di atas dilarang pula berbagai penyakit hati seperti Sombong, Riya, Kikir, Dengki, dan sebagainya.
“(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” QS. Al-Mu’miin (40) : 76
”Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya' kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” QS. Al-Anfaal (8) : 47
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. QS. Al-Isra (17) : 37.
”Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (royal) karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” QS. Al Israa’ (7) : 29
”dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” QS. Al Falaq (113) : 5
Itulah daftar perbuatan dosa yang diharamkan Allah SWT semoga kita terhindar dari itu semua. Jika ada dosa tersebut yang kita perbuat, semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk menghentikannya serta bertobat kepada Allah SWT.
Dari Anas bin Malik ra dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula.” (HR. Tirmidzi,
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” QS.An-Nuur (24) : 31
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba- Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Az-Zumar (39) : 53
“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahan mu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". QS. At-Tahrim (66) : 8.
Ya Alloh Ya Tuhan kami, jadikanlah kami seluruh kaum muslimin orang - orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan jadikanlah, keluarga dan anak cucu kami, umat yang tunduk patuh kepada Engkau pula, dan tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus dan benar, agar kami beserta keturunan kami Engkau berikan kekuatan untuk bertaubat Ya Alloh Ya Tuhan kami terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
Aamiin Yarobbal Alamiin
Wassalamualaikum Wr Wb
Mujiarto Karuk
Sumber : Media Islam belajar Islam sesuai Al-Qur’an dan Al-Hadits dan dari berbagai sumber.