Mari belajar menghargai Kaum Wanita

Assalamualaikum Wr Wb

Bissmillahirrohmaan irrohiim

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau, "Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku hormati ?" Beliau menjawab, "Ibumu ! Ia bertanya lagi, "Lalu siapa?" Rasul menjawab lagi, "Ibumu !" Ia balik bertanya, "Siapa lagi ?" Rasul kembali menjawab, "Ibumu !" Ia kembali bertanya, "Lalu siapa lagi ?" Beliau menjawab, "Bapakmu !" ( Bukhari-Muslim ).

QS.Lukman (31) ayat 14. yang artinya “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.

Saya belum pernah melihat seorang ibu menitipkan kandungannya di penitipan barang, ketika hendak masuk mall, dan baru diambil kembali, ketika telah selesai dari belanja di mall, dan saya juga belum pernah melihat atau mendengar scurity mall atau pasar atau tempat tempat keramaian lainnya, menegur seorang ibu yang sedang mengandung agar menitipkan kandungannya yang seberat lk 2 s/d 3 kg dipenitipan barang.

Subhanalloh, betapa berat perjuangan seorang ibu yang hendak melestarikan dan melanjutkan serta meneruskan keturunannya, siapapun dia, apapun jabatannya dan siapapun suaminya, tetap tidak meringankan beban dan penderitaan seorang ibu.

Dasar hadits dan ayat Al-Qur’an tersebut diatas, jelaslah bahwa Islam mengajarkan agar pemeluknya menghargai perjuangan seorang ibu, menghargai perjuangan wanita, dan sangat menghargai wanita, sampai sampai dalam ajaran Islam, mewajibkan para pemeluknya menghargai dan menempatkan derajat wanita lebih tinggi dibanding derajat laki laki, atau 3 banding 1.

Sudah seharusnya dan sudah sepantasnya saya sebagai umat Nabi Muhammad SAW, merasa terpukul manakala, mendengar, melihat adanya seorang laki laki, yang telah dengan sengaja melakukan dan tidak menghargai perjuangan wanita, dengan gagah beraninya laki laki tersebut mengusir sang wanita dari bangkunya serta menduduki dan masih banyak perlakuan yang tidak sepantasnya ia lakukan.

Terlebih lagi bila wanita tersebut telah mengabdikan hidupnya, disamping untuk tetap bertahan agar keluarganya, anak anak nya tetap sekolah, tetap bisa makan, sambil bekerja, wanita tersebut berjuang dan berusaha untuk memajukan dan berkorban untuk menolong Agama yang telah Allah SWT Ridhoi yakni Agama Islam.

Betapa mulianya wanita ini, akan tetapi telah diperlakukan dengan kurang bijak dan kurang adil, oleh seorang laki laki yang seharus melindungi, menghargai, serta menghormati perjuangannya dan menghormati pengorbananya.

Betapa tidak adilnya dan betapa dholimnya saya bila saya mendiamkan perbuatan dan perlakuan yang tidak adil ini, berlangsung dihadapan saya, didepan mata saya dan saya tahu tapi tidak melakukan tindakan apa apa, sungguh betapa biadapnya saya, bila saya hanya menganggab perlakuan yang tidak adil itu sebuah perlakuan yang biasa biasa saja.

Alasan apa yang harus saya katakan kepada Sang Maha pencipta, manakala sewaktu waktu saya dipanggil dan diminta pertanggung jawaban apa apa yang saya saksikan, apa apa yang saya perbuat, sungguh tidak kuasa hati ini mendustakan diri sendiri, dan sungguh hati ini tak kuasa mendiamkan perlakuan yang tidak adil tersebut tetap berlalu, tanpa pertanggung jawaban dan hukuman bagi sipelaku.

Wahai saudaraku para kaum laki laki, mari sejak dini kita belajar menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi pengorbanan, perjuangan, para wanita wanita yang ada disekeliling kita, sehebat apapun kita, sekuat apapun tenaga yang kita miliki, dan setinggi apapun jabatan kita, ingatlah kita kaum laki laki, tidak dapat mengalahkan perjuangan wanita, perjuangan dan pengorbanan seorang ibu yang telah mengandung kita.

Dan ingatlah tugas kita wahai kaum laki laki, untuk berjalan bersama, menuju ridho Allah bersama kaum wanita, saling bahu membahu dan saling tolong menolong juga saling menghargai, seiring sejalan, demi kejayaan Islam dan demi kemaslahatan umat Islam.

Dan mari para kaum laki laki, tidak perlu malu meminta maaf kepada kaum wanta walau sesungguhnya kita memang benar dan wanita tersebut salah, serta mari kita belajar memaafkan wanita yang telah berbuat salah pada kita, sehebat apapun wanita dan setinggi apapun jabatannya, beliau adalah makmum bagi kita, dan mari kita perlakukan para wanita dengan sebaik baiknya sesuai bimbingan dan sebagai mana firman Allah dalam QS. An-Nisa (4) ayat 34. yang artinya :

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.

Semoga kita semua selamat dari azab Allah akibat perbuatan baik yang kita sengaja maupun yang tidak kita sengaja, dan Semoga kita semua mendapat ampunan dan maaf dari Allah SWT, Aamiin Yarobbal Alamiin.

Terimakasih dan mohon maaf bila tidak berkenan.

Wassalamualaikum Wr Wb

Mujiarto Karuk

MINTA WAKTU 1 MENIT SAJA......

Satu Menit untuk Mengingat Allah Assalamualaikum Wr. Wb.

1 menit untuk mengingat Allah

Langkah 1:

Sebutlah dengan sepenuh hati dan lidah yang fasih:

SUBHANA'LLAH

ALHAMDULI'LLAH

LA I LAHA ILLA'LLAH

ALLAHU AKBAR

ASTAGHFIRU'LLAH

LA ILAHA ILLA'LLAH, MUHAMMADUN RASULU'LLAH

ALLAHUMMA SALLI WA SALLIM WABARIK 'ALA SAYYIDINA

MUHAMMAD WA AALIHI WA SAHBIH AJMA'EEN

Langkah 2:

Hayatilah sedalamnya akan makna ayat demi ayat,

perkataaan demi perkataan

Langkah 3:

Forward email ini kepada sekurang-kurangnya 7 orang yang anda kasihi.

Hasil 1:

Dalam tempo satu jam anda telah berjasa mengajak mereka untuk mengingat, berdoa dan bermunajat kepada ALLAH SWT.

Hasil 2:

Dalam tempo satu ja m anda telah berjasa mengajak mereka untuk mengingat, berdoa kepada Nabi Muhammad SAW.

" ...tiada jang semudah t j i n t a "

<>


Bila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran Anda? Mungkin berbagi dana, berbagi pakaian layak pakai, sembako, susu, atau berbagi makanan. Ya, semua jawaban biasanya dalam bentuk materi. Itu mungkin karena di kepala kita telah tertancap ide-ide materialistik yang sudah mengglobal. Mengukur segala sesuatunya dengan ukuran yang bersifat material dan kasat mata. Pengalaman nyata dari ayah angkat saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi tidaklah mesti berbentuk materi.

Setiap tahun, ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survei untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Ketika berkunjung ke salah satu rumah yatim, ayah angkat saya bertemu dengan seorang bocah manis dan lucu. Dia masih sekolah kelas nol besar. ”Siapa namamu nak?” sapa ayah saya. ”Nama saya Nina Om”, jawabnya manja. ”Nina sudah punya sepatu baru?” tanya ayah saya. ”Sudah om, dikasih Abah (pemimpin panti-red). Nina juga sudah punya baju baru” urai Nina.

“Kalau begitu Nina mau apa?” tanya ayah saya. “Nggak ah… ntar Om marah” jawab Nina. “Nggak sayang, Om nggak akan marah,” ayah saya menimpali. ”Nggak ah… ntar Om marah” Nina mengulang jawabannya. Ayah saya berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal. Rasa keingintahuan ayah saya semakin menjadi. Maka dia dekati lagi Nina.

”Ayo Nak katakan apa yang kamu minta sayang”, pinta ayah saya. ”Tapi janji ya Om tidak marah?” jawab Nina manja. ” Om janji tidak akan marah sayang,” tegas ayah saya. ”Bener Om nggak akan marah?” sahut Nina agak ragu. Ayah saya menganggukkan kepala.

Nina menatap tajam wajah ayah saya. Sementara ayah saya berpikir, ‘Seberapa mahal sich yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak akan marah’. Sambil tersenyum Ayah mengatakan “ayo Nak, katakan, jangan takut, Om tidak akan marah Nak.””Bener ya Om nggak marah?,” ujar Nina sambil terus menatap wajah ayah saya. Sekali lagi ayah saya menganggukkan kepala.

Dengan wajah berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaanya ”Mmmm, boleh gak mulai malam ini saya memanggil Om. .dengan paggilan Ayah?. Nina sedih gak punya ayah”

Mendengar jawaban itu, Ayah saya tak kuasa membendung air matanya. Segera dia peluk Nina, ”tentu Anakku.. tentu Anakku…mulai hari ini Nina boleh memanggil Ayah, bukan Om ”. Sambil memeluk erat ayah saya, dengan terisak Nina berkata ”terima kasih ayah… terima kasih ayah..”.

Hari itu, adalah hari yang takkan terlupakan buat ayah saya. Dia habiskan waktu beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina. Karena merasa belum memberikan sesuatu berbentuk material kepada Nina maka sebelum pulang Ayah bertanya lagi pada Nina, ”anakku, sebelum lebaran nanti ayah akan datang lagi kemari bersama ibu dan kakak-kakakmu, apa yang kamu minta nak?” ” Kan udah tadi, Nina sudah boleh memanggil Ayah,” jawab Nina.

”Nina masih boleh minta lagi sama ayah. Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti akan Ayah kasih.” jelas Ayah saya.

”Nanti kalau ayah datang sama ibu ke sini, aku minta Ayah bawa foto bareng yang ada Ayah, Ibu dan kakak-kakak NIna, boleh kan Ayah?” Nina memohon sambil memegang tangan Ayah.

Tiba-tiba kaki Ayah lunglai. Dia berlutut di depan Nina. Dia peluk lagi Nina sambil bertanya, ”buat apa foto itu Nak?”

“Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di sekolah, ini foto ayah Nina, ini ibu Nina, ini kakak-kakak Nina.” Ayah saya memeluk Nina semakin erat, seolah tak mau berpisah dengan gadis kecil yang menjadi guru kehidupannya di hari itu.

Terima kasih Nina. Meski usiamu masih belia kau telah mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta. Berbagilah cinta, karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata. Berbagilah cinta, maka kehidupan kita akan lebih bermakna. Berbagilah cinta agar orang lain merasakan keberadaan kita di dunia.



(Cerita ini saya kutip dari buku kedua saya:
Menyemai Impian Meraih SuksesMulia, terbitan Gramedia.
Merupakan pengalaman nyata orang tua angkat saya.
Salam SuksesMulia.- Jamil Azzaini - )
~ bagikan kisah ini kepada orang-orang yang Anda sayangi,
agar semoga hari-hari mereka kian berarti ......trims :) ~

Siapa Musuh Islam Yang Sebenarnya

Assalamualaikum Wr Wb

Bissmillahirrohmaan irrohiim


Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?” QS.Shaad 38 ayat 28.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. QS. At-Taubah (9) ayat 71.

Ketika saya ditanya oleh teman, yang menghubungi saya, sehubungan terlah terjadi musibah peledakan dan menimbulkan banyak korban jiwa di JW Marriott dan Ritz-Carlton, pada hari Jum’at 17 Juli 2009 lk pukul 07.55 dan 07.57 WIB, saya katakan pada beliau bahwa pelakunya adalah seseorang dan atau sekelompok orang yang telah menempatkan dirinya untuk menjadi “Musuh Islam” dan saya katakan musuh Islam itu sebenarnya bukan hanya dari kelompok Non Muslim, bisa jadi dari yang menamakan dirinya Komunis Muslim dan bisa jadi dari kalangan kita sendiri yang tidak menyadari bahwa tindakannya selama ini hanya akan menghancurkan Islam.

Siapapun orang nya dan apapun agamanya apa bila ia, cinta damai dan tetap memelihara kedamaian yang telah tercipta tersebut, serta tidak melakukan hal hal yang dapat menimbulkan kekacauan, keributan, kerusakan, keretakan persatuan yang telah dibentuk dan dibina untuk amar makruf nahi mungkar, dan bahkan menimbulkan korban jiwa, dia, atau mereka itu lah yang disebut orang orang yang tentram, dan orang orang yang akan menerima pahala atas perbuatnnya tersebut, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah (2) ayat 62

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Jadi jelaslah walau kita mengaku Muslim, kita shalat lima waktu, kita Saum, dan kita rajin nulis yang berjudul seputar amar makruf nahi mungkar, akan tetapi kita baru pandai menulis, belum pandai melakukan dan melaksanakan apa yang kita tulis, apa yang kita bicarakan, apa yang kita diskusikan, dan apa yang ucapkan, bahkan sebaliknya, kita mengatakan kamu harus jujur, sementara kita berdusta, kamu harus tertib, sementara kita banyak melakukan pelanggaran hukum baik hukum agama maupun hukum pemerintah yang tidak bertentangan dengan Hukum yang telah Allah SWT tetapkan, kamu harus ini dan kamu harus itu, sementara kita melakukan perbuatan yang tidak sesuai tuntunan Islam, bahkan kita sering menipu diri sendiri, kalau menurut saya ia, atau, mereka lah musuh Islam yang sebenarnya, ini sesuai dan sebagaimana yang telah Allah gambarkan dalam Al-Qur’an tersebut dalam pembukaan diatas.

Maka dari itu mari kita belajar menggali Al-Qur’an dan Al-Hadits yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan mari kita praktekan, kita laksanakan, dan mari kita hijrah dari pola pikir yang kerdil menuju pola pikir yang lebih luas sesuai tuntunan dan petunjuk dan anjuran yang telah Nabi Muhammad SAW, wariskan dan ajarkan untuk kita semua.

Ya Allah Ya Tuhan kami terimalah daripada kami amalan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Ya Allah Ya Tuhan kami, berikanlah kesabaran kepada kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir

Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.

Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.

Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir

Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi karunia

Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir

Ya Allah Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi

Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang lalai terhadap agamanya

Ya Allah Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak yang adil dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya, karena Engkau Maha Melihat apa apa yang telah kami lakukan.

Ya Allah Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang lalai itu

Ya Allah Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Mu Ya Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit

Ya Allah Ya Tuhan kami, beri ampunlah kepada kami dan kedua ibu bapakku kami yang beriman dan sekalian orang-orang mukmin sampai pada hari terjadinya hisab

Ya Allah Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah serta masukanlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad saw

Ya Allah Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka

Ya Allah Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, dan bahagian di akhirat.

Ya Allah ya Tuhan kami, perkenankanlah doa ku.

Wassalamualaikum Wr Wb

Mujiarto Karuk

Geologi dalam Peradaban Islam

Geologi merupakan cabang ilmu alam yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses asal mula terbentuknya bumi serta sejarah perkembangannya. Studi ini mendapat perhatian penting dari para ilmuwan Muslim di zaman kekhalifahan.

Ilmu ini dipandang memiliki kegunaan dan manfaat yang begitu besar. Betapa tidak. Geologi mampu membantu peradaban Manusia dalam menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, emas dan uranium.



Selain itu, studi yang dikembangkan para saintis Islam itu juga sangat membantu dalam menemukan zat mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti: asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa, dan silika, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium. Sejak era kekhalifahan, umat Islam telah mampu menemukan ladang minyak serta besi, emas dan lainnya.

Adalah ilmuwan Barat bernama Fielding H Garisson yang menyatakan bahwa studi geologi modern dimulai pada era kekhalifahan. Dalam bukunya berjudul History of Medicine, Garisson mengatakan, “Umat Islam di abad pertengahan tak hanya mengawali berkembangnya aljabar, kimia dan geologi. Namun, juga telah meningkatkan dan memuliakan peradaban.”

Abdus Salam (1984) dalam Islam and Science menyatakan bahwa Abu al-Raihan al-Biruni (973-1048 M) merupakan geolog Muslim perintis yang berjasa mendirikan studi geologi modern. Secara mendalam, ilmuwan Muslim abad ke-11 M itu menulis tentang geologi India . Al-Biruni melontarkan sebuah hipotesis bahwa anak benua India awalnya adalah sebuah lautan.



"Jika Anda melihat tanah India dengan mata sendiri dan mengamati alamnya, sebenarnya daratan India awalnya adalah laut,” papar al-Biruni dalam Book of Coordinates. Ia juga menuturkan bahwa keberadaan kerang dan fosil di wilayah negeri Hindustan menunjukkan bahwa kawasan itu adalah lautan yang kemudian meningkat menjadi daratan kering.

Berdasarkan penemuannya itu, al-Biruni menyatakan bahwa bumi secara konstan mengembang. Temuannya itu memperkuat pandangan Islam yang menyatakan bahwa bumi tak kekal. Teori bumi tak kekal yang dilontarkan al-Biruni itu berlawanan dengan keyakinan ilmuwan Yunani Kuno yang berpendapat bahwa bumi itu kekal.

Al-Biruni pun lalu menyatakan bahwa bumi juga memiliki usia. Pendapat sang ilmuwan Muslim di era kekhalifahan itu terbukti. Para Geolog modern akhirnya membuktikan pendapat itu dengan menyatakan usia Bumi diperkirakan sekitar 4,5 miliar (4,5x109) tahun.

Ilmuwan Muslim legendaris, Ibnu Sina (981-1037) juga turut memberi kontribusi yang amat penting bagi studi geologi. Avicenna – begitu masyarakat Barat biasa menyebutnya -- menamakan geologi sebagai Attabieyat. Dalam bab lima ensiklopedia berjudul Kitab al-Shifa, Ibnu Sina menjelaskan tentang mineralogi, meteorologi.

Selain itu, bab keenam Kitab Al-Shifa, juga mengupas berbagai hal tentang bumi dan proses pembentukannya. Secara rinci dan lugas, Ibnu Sina membahas tentang; pembentukan gunung; manfaat gunung dalam pembentukan awan: sumber-sumber air, asal muasal gempa bumi; pembentukan mineral-mineral; serta keanekaragamaan lahan tanah di bumi.

Pemikiran Ibnu Sina tentang geologi ternyata sangat berpengaruh terhadap peradaban Barat. Berkat jasa Avicenna-lah, masyarakat Barat kemudian mengenal hukum superposisi, konsep katastropisme (bencana besar) serta doktrin uniformitarianism. Buah pikir Ibnu Sina juga banyak mempengaruhi ilmuwan Barat bernama James Hutton dalam mencetuskan Teori Bumi pada abad ke-18 M.

Secara terang-terangan, dua akademisi Barat bernama Toulmin dan Goodfield (1965), menjelaskan sumbangsih yang diberika Ibnu Sina bagi studi geologi modern. “Sekitar abad ke-10 M, Avicenna telah melontarkan hipotesis tentang asal-muasal bentangan gunung. Padahal, 800 tahun kemudian, pemikiran seperti itu masih dianggap radikal di dunia Kristen,” papar Toulim dan Goodfield.



Tak cuma itu, metodelogi ilmiah serta observasi lapangan yang dikembangkan Ibnu Sina hingga kini masih tetap menjadi bagian yang penting dalam investigasi geologi modern. Studi geologi juga sebenarnya secara lusa tercantum dalam Alquran. Dalam Surat Al-Hijr ayat 19 Allah SWT berfirman: “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.



Dalam Surat An-Nahl ayat 15, Sang Khalik juga berfirman: “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” Ayat-ayat inilah yang kemungkinan memberi inspirasi bagi para ilmuwan Muslim untuk mengkaji studi geologi.

Sumbangan lainnya yang didedikasikan ilmuwan Muslim untuk studi geologi adalah penemuan kristalisasi dalam proses pemurnian. Terobosan penting yang dilakukan Jabir Ibnu Hayyan – saintis pada abad ke-8 M – itu sangat penting dalam kristallogi. Bapak Sejarah Sains, George Sarton menegaskan bahwa Jabir Ibnu Hayyan juga turut berkontribusi dalam geologi.



“Kami menemukan dalam tulisannya (Jabir) pandangan tentang metode penelitian kimia, sebuah teori pembentukan logam pada lapisan tanah, ” papar Sarton. Dalam risalah yang ditulisnya, papar Sarton, Jabir Ibnu Hayyan menyatakan bahwa pada dasarnya terdapat enam logam yang berbeda, akibat adanya perbedaan perbandingan sulfur dan merkuri pada keenam jenis logam itu.



Bila kita simak secara teliti, studi geologi mendapat perhatian dalam Alquran. Selain banyak memaparkan tentang gunung, ayat suci Alquran juga membahas tentang tanah. Dalam surat Al-A'raaf ayat 58, Allah SWT berfirman, “Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”



Dalam ayat lainnya, Alquran juga menjelaskan adanya kandungan penting dalam tanah. “Kepunyaan-Nya- lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.” (QS:Thaahaa: ayat 6). Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 41, “Atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi".


Sumbangsih Saintis Muslim bagi Geologi

Sejarah mencatat begitu banyak ilmuwan Muslim yang mengkaji geologi di era keemasan Islam. Menurut Guru Besar Universitas Yordania, Prof Abdulkader M Abed, para saintis Islam itu mengkaji tema-tema khusus seperti mineral, batu-batuan serta permata. Sayangnya, kebanyakan risalah itu banyak yang hilang dan tak eksis lagi.

Berikut ini beberapa ilmuwan Muslim yang mengkaji geologi:

* Yahya bin Masawaih (wafat 857 M): Dia menulis tentang permata dan kekayaannya.

* Al-Kindi (wafat 873 M): Menulis tiga risalah. Salah satu karyanya yang terbaik berjudul "Gems and the Likes".

* Al-Hasan Bin Ahmad al-Hamdani(334 H): Menulis tiga buku mengenai metode eksplorasi emas, perak, permata dan bahan mineral lainnya.

* Ikhwaan As-Safa (pertengahan abad ke-4 H): Menulis ensiklopedia yang berisi bagian-bagian minelar serta klasifikasinya.

* Abu Ar-Rayhan Mohammad Bin Ahmad al-Biruni: (wafat 1048 M): Adalah ahli minerallogi terhebat sepanjang seharah peradaban Islam. Selain menulis Book of Coordinates, dia juga menyusun buku berjudul Al-Jamhir fi Ma'rifatil Al-Jawahir. Yang mengupas tentang cara mengenali permata. Buku itu dinilai sebagai kontribusi terbaik yang disumbangkan perdaban Islam bagi studi minerallogi.

* Ahmad Bin Yousef Al-Tifashi: Ia menulis kitab Azhar Al-Afkar fi Jawahir Al-Ahjar yang berisi tentang cara mengenali batu-batu mulia.

* Mohammad Bin Ibrahim Ibnu Al-Akfani (wafat 1348A): menulis buku berjudul Nukhab Al-Thakhair fi Ahwaal Al-Jawahir. Mengupas karakteristik batu-batu mulia.


Mineralogi di Era Kekhalifahan


Para ilmuwan Muslim di abad ke-10 hingga 11 M banyak menaruh perhatian untuk meneliti dan menulis risalah tentang mineralogi. Studi mineralogi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari geologi. Sebab, mineralogi merupakan cabang geologi yang berfokus pada sifat kimia, struktur kristal, dan fisika dari mineral.

Studi ini juga mencakup proses pembentukan dan perubahan mineral. Sekitar 10 abad yang lalu, para saintis Muslim sudah mampu mengidentifikasi beragam jenis mineral. Mereka mendedikasikan dirinya untuk mempelajari mineral. Al-Biruni dikenal sebagai pakar mineralogi Muslim yang paling hebat dalam sejarah peradaban Islam.



Di zaman itu, para ilmuwan Islam sudah mampu menjelaskan komposisi kimia dan struktur kristal. Batu permata dan batu mulia dinilai para ilmuwan Muslim sebagai jenis mineral yang khusus. Intan, batu nilam, jamrud serta yang lainnya digolongkan ke dalam mineral. Sejak zaman dahulu batu-batu mulia itu menjadi lambang kemewahan raja-raja dan para wanita.

Sumbangan peradaban Islam dalam bidang mineralogi tak lepas dari keberhasilan umat Islam menguasai wilayah-wilayah penting seperti Mesir, Mesopotamia , India dan Romawi. Peradaban wilayah itu sebelumnya juga telah mengenal beragam jenis mineral, batu mulia, dan permata. Karya-karya terdahulu itu lalu dikembangkan dan diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan Muslim. Hri



http://www.republik a.co.id/berita/ 61926/Geologi_ dalam_Peradaban_ Islam

Nikotin Pemicu Pradiabetes

HINDARI: Ibu hamil sebaiknya menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan asap rokok, untuk mencegah dampak buruk terhadap kesehatan janin.

Merokok meningkatkan risiko sakit jantung serta stroke karena nikotin akan membentuk daya tahan terhadap insulin, sehingga menimbulkan kondisi pra-diabetes. Peneliti meyakini kondisi itu akan meningkatkan risiko terhadap kardiovaskuler. Demikian diungkap oleh peneliti asal Amerika Serikat seperti dilansir upi.com, beberapa waktu lalu.


Daya tahan terhadap insulin itu dikenal dengan kondisi pradiabetes, yaitu ketika kadar gula darah meningkat namun belum sampai pada tingkat diabetes. Hal itu dituturkan oleh peneliti pada pertemuan ahli Endokrine yang ke-91 di Washington.

Peneliti yang berasal dari Charles Drew University of Medicine and Science di Los Angeles dan Western University of Health Science di California juga melaporkan, mereka mencoba untuk mengurangi efek berbahaya dari nikotin pada tikus percobaan dengan Mecamylamine.


Kepala bagian Endokrinologi di Charles Drew, Theodore Friendman mengatakan, resistensi insulin yang dialami pada perokok menjelaskan mengapa kematian mereka banyak disebabkan penyakit kardiovaskular meskipun di sebagian kasus, merokok dapat menurunkan berat badan yang justru diyakini dapat melindungi dari penyakit jantung.


"Penelitian kami menyimpulkan, penurunan resistensi terhadap insulin dapat mengurangi penyakit jantung. Kami belajar mengantisipasi hal itu di masa depan. Nantinya akan ada obat yagn dibuat khusus untuk menghalangi efek nikotin atau resistensi insulin," ujar Friedman pada pernyataannya.

Ketika perokok mengalami resistensi insulin, maka kadar gula darah mereka meningkat namun belum sampai pada tingkat diabetes.

Pria Lebih Rentan


Sebuah penelitian terpisah mengungkap, pria yang berusia antara 35-44 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes dibandingkan wanita berusia yang sama. Sebanyak 2,4 persen yaitu 92.960 pria di Inggris terkena diabetes dibandingkan wanita sebanyak 1,2 persen atau sekitar 47.000.


Kasus diabetes di Inggris semakin meningkat, terutama untuk pria sebanyak empat kali lipat dibandingkan tahun 1996. Pada kelompok usia 45-54 tahun sekitar 54,6 persen pria atau 197.050 orang dan 3,6 persen wanita sebanyak 120.670 orang terkena diabetes.

Diabetes UK , Simon O'Neill mengatakan, hal itu sangat memprihantinkan. Semakin banyak kasus diabetes yang sebenarnya bisa dihindari dengan pola hidup sehat dan olahraga teratur. (rin)

http://www.republik a.co.id/berita/ 62719/Nikotin_ Pemicu_Pradiabet es

Berlaku Adil pada Anak

Anak-anak perlu diajarkan dan diperlakukan adil. Jika terjadi perbedaan, yakinkan mereka hal itu hanya berdasarkan kebutuhan yang berbeda, bukan berarti orangtua berlaku tak adil.


Sikap adil merupakan salah satu sikap mulia yang perlu diterapkan oleh umat muslim. Sebagai orangtua, penting untuk berprilaku adil terhadap seluruh anak-anaknya agar tidak timbul kecemburuan yang menggangu keharmonisan keluarga.


Ketika Allah mengartikan keadilan, maka Dia akan meniadakan penindasan. Allah telah melarang penindasan dan ketidakadilan terhadap-Nya. Seperti tertulis dalam firman Allah mengenai hari kiamat yang berbunyi, "Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (QS. al-Mu'min (40) : 17)


Nabi Muhammad juga berkata, "Wahai hamba-hamba- Ku, Aku haramkan kezaliman terhadap diri-Ku, dan Aku jadikan kezaliman itu juga haram di antara kamu,maka janganlah kamu saling mendzalimi satu sama lain." (Hadis Qudsi, Sahih Muslim 4674).


Keadilan adalah prasyarat dari ketakwaan. Tak ada seorang pun yang benar-benar takut kepada Allah tanpa berlaku adil. Seseorang baru bisa dikatakan memiliki keyakinan kuat jika memiliki tujuan berlaku adil dalam hidupnya terhadap Allah dan sesama manusia termasuk saat bertransaksi dan jual beli.


Seseorang yang tidak berlaku adil maka tidak akan dikategorikan sebagai orang beriman. Firman Allah berbunyi, "Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. al-Mai'dah (5) : 8)


Semua orang tak terkecuali dengan latar belakang budaya dan keyakinan yang berbeda, percaya terhadap keadilan. Bahkan orang yang tidak adil dalam kehidupan mereka tertarik dengan konsep dan merespon positif di hati mereka ketika disebutkan keadilan. Hal itu karena sebagai manusia memiliki insting kecintaan terhadap rasa adil yang tetap ada di hati dalam kondisi apa pun.


Tidak ada yang lebih tak adil ketika orangtua berlaku tidak adil kepada anak-anaknya dalam memberikan hadiah, kebaikan perilaku dan dukungan yang diberikan.


Seperti diceritakan dalam sebuah hadis Al-Bukhari dan hadis Muslim, salah seorang sahabat Nabi Muhammad, Bashir bin Sad pada suatu meminta beliau untuk bertindak sebagai saksi ketika memberikan hadiah pada salah seorang anak laki-lakinya, Al-Nu'man. Nabi kemudian bertanya "Apakah kau berikan hadiah yang sama pada semua anak-anakmu? "

Bashir mengatakan tidak. Kemudian Muhammad berkata "Aku tidak bisa bertindak sebagai saksi dari ketidakadilan" .


Dalam hadis tersebut tampak, Nabi Muhammad mengatakan hal itu sebagai ketidakadilan terhadap anak-anak, yang sebagian diberikan hadiah lebih banyak dibandingkan anak yang lain.


Para pemuka agama menanggapi keadilan terhadap anak-anak dengan hati-hati. Mereka memastikan untuk mencium semua anak-anak ketika datang, tanpa ada satu anak pun terlewatkan. Sehingga tidak timbul kecemburuan atau iri antara satu anak dan lainnya.


Pada akhirnya, diharapakan dapat terjalin harmoni dalam rumah. Lebih jauh lagi, rasa kasih sayang itu dapat dirasakan oleh lingkungan sekitarnya.

Orangtua perlu mendukung satu sama lain dalam menunjukkan rasa adil diantara anak-anak. Terutama pada anak yang lebih tua kepada anak yang lebih muda. Apalagi kakak bisa menjadi pengasuh atau pengganti orangtua jika berhalangan atau meninggal dunia.


Namun yang tak kalah penting, keadilan bukan berarti pembagian uang yang sama. Kebutuhan setiap anak harus diukur dengan cermat berdasarkan kebutuhannya.

Contonya, seorang mahasiswa di universitas tentu membutuhkan dukungan keuangan lebih banyak dibandingkan adiknya yang masih di sekolah menengah atas. Demikian juga jika siswa sekolah menengah dibandingkan dengan kebutuhan anak di sekolah dasar atau taman kanak-kanak.


Ketika orangtua membelikan anak-anak perempuannya perhiasan emas, maka anak laki-laki diberikan hadiah lain. Sebaiknya, orangtua menyediakan hal-hal yang dibutuhkan anak-anaknya sesuai kebutuhan pada saat itu tanpa memperlihatkan ketidakadilan. Jika kebutuhan anak sama, maka mereka tahu akan diperlakukan dengan sama pula. (islamonline/ rin)

http://www.republik a.co.id/berita/ 58223/Penting_ Berlaku_Adil_ pada_Anak

Abu Hanifah Yang Taat [Kisah Teladan

Akibat menolak diangkat menjadi hakim, Abu Hanifah ditangkap. Ulama ahli hukum Islam itu pun di penjara. Sang penguasa rupanya marah besar hingga menjatuhkan hukuman yang berat.


Dalam penjara, ulama besar itu setiap hari mendapat siksaan dan pukulan. Abu Hanifah sedih sekali. Yang membuatnya sedih bukan karena siksaan yang diterimanya, melainkan karena cemas memikirkan ibunya. Beliau sedih kerena kehilangan waktu untuk berbuat baik kepada ibunya.

Setelah masa hukumannya berakhir, Abu Hanifah dibebaskan. Ia bersyukur dapat bersama ibunya kembali.


"Ibu, bagaimana keadaanmu selama aku tidak ada?" tanya Abu Hanifah.

"Alhamdulillah. .....ibu baik-baik saja," jawab ibu Abu Hanifah sambil tersenyum.


Abu Hanifah kembali menekuni ilmu agama Islam. Banyak orang yang belajar kepadanya. Akan tetapi, bagi ibu Abu Hanifah ia tetap hanya seorang anak. Ibunya menganggap Abu Hanifah bukan seorang ulama besar. Abu Hanifah sering mendapat teguran. Anak yang taat itu pun tak pernah membantahnya.


Suatu hari, ibunya bertanya tentang wajib dan sahnya shalat. Abu Hanifah lalu memberi jawaban. Ibunya tidak percaya meskipun Abu Hanifah berkata benar.


"Aku tak mau mendengar kata-katamu, " ucap ibu Hanifah. "Aku hanya percaya pada fatwa Zar'ah Al-Qas," katanya lagi.


Zar'ah Al-Qas adalah ulama yang pernah belajar ilmu hukum Islam kepada Abu Hanifah." Sekarang juga antarkan aku ke rumahnya,"pinta ibunya.


Mendengar ucapan ibunya, Abu Hanifah tidak kesal sedikit pun. Abu Hanifah mengantar ibunya ke rumah Zar'ah Al-Qas.


"Saudaraku Zar'ah Al-Qas, ibuku meminta fatwa tentang wajib dan sahnya shalat," kata Abu Hanifah begitu tiba di rumah Zar'ah Al-Qas.


Zar'ah Al-Qas terheran-heran kenapa ibu Abu Hanifah harus jauh-jauh datang ke rumahnya hanya untuk pertanyaan itu? Bukankah Abu Hanifah sendiri seorang ulama? Sudah pasti putranya itu dapat menjawab dengan mudah.


"Tuan, Anda kan seorang ulama besar? kenapa Anda harus datang padaku?" tanya Zar'ah Al-Qas.


"Ibuku hanya mau mendengar fatwa dari anda," sahut Abu Hanifah.

Zar'ah tersenyum," baiklah, kalau begitu jawabanku sama dengan fatwa putra anda," kata Zar'ah Al-Qas akhirnya.


"Ucapkanlah fatwamu," kata Abu Hanifah tegas.


Lalu Zar'ah Al-Qas pun memberikan fatwa. Bunyinya sama persis dengan apa yang telah diucapkan oleh Abu Hanifah. Ibu Abu Hanifah bernafas lega.


"Aku percaya kalau kau yang mengatakannya, " kata ibu Abu Hanifah puas. Padahal, sebetulnya fatwa dari Zar'ah Al-Qas itu hasil ijtihad (mencari dengan sungguh-sungguh) putranya sendiri, Abu Hanifah.


Dua hari kemudian, ibu Abu Hanifah menyuruh putranya pergi ke majelis Umar bin Zar. Lagi-lagi untuk menanyakan masalah agama. Dengan taat, Abu Hanifah mengikuti perintah ibunya. Padahal, ia sendiri dapat menjawab pertanyaan ibunya dengan mudah.


Umar bin Zar merasa aneh. Hanya untuk mengajukan pertanyaan ibunya, Abu Hanifah datang ke majelisnya.

"Tuan, Andalah ahlinya. Kenapa harus bertanya kepada saya?" kata Umar bin Zar.


Abu Hanifah tetap meminta fatwa Umar bin Zar sesuai permintaan ibunya.

"Yang pasti, hukum membantah orang tua adalah dosa besar," kata Abu Hanifah.


Umar bin Zar termangu. Ia begitu kagum akan ketaatan Abu Hanifah kepada ibunya.


"Baiklah, kalau begitu apa jawaban atas pertanyaan ibu Anda?"

Abu Hanifah memberikan keterangan yang diperlukan.


"Sekarang, sampaikanlah jawaban itu pada ibu anda. Jangan katakan kalau itu fatwa anda,"ucap Umar bin Zar sambil tersenyum.


Abu Hanifah pulang membawa fatwa Umar bin Zar yang sebetulnya jawabannya sendiri. Ibunya mempercayai apa yang diucapkan Umar bin Zar.


Hal seperti itu terjadi berulang-ulang. Ibunya sering menyuruh Abu Hanifah mendatangi majelis-majelis untuk menanyakan masalah agama. Abu Hanifah selalu menaati perintah ibunya. Ibunya tidak pernah mau mendengar fatwa dari Abu Hanifah meskipun beliau seorang ulama yang sangat pintar.



Sumber Kisah kisah teladan

Etika Yang diajarkan dalam Islam

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh


Bissmillahirrohmaan irrohiim’


“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. QS. Al-Imran (3) ayat 110


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. QS.An-Nisa (4) ayat 29.


"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam."QS.Al-Maidah ( 5) ayat 28.


“Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. QS. An-Nisaa (4) ayat 93.


“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)”, QS.Al-Furqon (25) ayat 68.


Saudaraku, ketika saya menerima pesan singkat yang isinya pada intinya menghalalkan terjadinya peledakan Hotel Marriott dan Ritz Carlton, sungguh saya sangat sedih, dan bertanya tanya, betulkah yang mengirim pesan singkat pada saya adalah seorang muslim.


Setahu saya (maaf Ilmu Agama saya masih sangat minim, karena saya belajar Islam setelah saya berumah tangga dan sudah memiliki dua orang anak) dan tidak satupun agama yang mengajarkan pada pemeluknya untuk mengajarkan perbuatan tercela, terlebih ajaran Islam, justru ajaran Islamlah yang paling menentang perbuatan tercela tersebut, seperti membunuh, merusak dan bahkan bunuh diri, tidak satupun ayat dalam Al-Qur’an yang membenarkan kita melakukan perbuatan tercela yang mencelakakan orang lain, atau mencelakan diri sendiri, bahkan Islam mengajarkan kita agar berakhlaq mulia, sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW, sebagaimana tertuang dalam QS dan Ayat ayat tersebut diatas, bahkan kita seluruh kaum muslimin diajarkan :

Agar umat Islam memiliki sifat Kritis dan teliti.

QS. Al-Hujurat (49) ayat 6. yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

Suatu hari Rasullah berkata kepada Asyaj Abdul Qais:”Sesungguhnya ada dua perkara di dalam dirimu yang disukai Allah, yaitu kritis dan ketelitian”
(HR. Muslim).

Agar umat Islam bersikap Lembut dan Pemaaf.


QS. Al-Imran (3) ayat 159. “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”.


Rasulullah bersabda:”Barangsiapa meninggalkan sikap lembut, maka ia telah meninggalkan kebaikan semuanya”. (HR. Muslim).


Agar umat Islam berlaku Jujur


“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”. QS.Al-Muthafifin (83) ayat 1-3


”sesunggunya kejujuran membawa kepada kebaikan, kebaikan mengantarkan kepasa surga, dan seorang akan berbuat jujur sehingga ia dijuluki orang jujur”. (HR. Bukhari Muslim).



Agar umat Islam bersikap Sabar.


“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. QS. Al-Baqarah (2) ayat 153.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”, QS. Al-Baqarah (2) ayat 155


“Barangsiapa bersabar maka Allah akan bersabar untuknya, tidak ada pemberian Allah yang lebih kepada hambaNya kecuali kesabaran” (HR. Bukhari Muslim).



Agar Umat Islam Tawadlu’ atau rendah hati


QS.Lukman (31) ayat 18. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.


”Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar aku bertawadlu’,
sehingga tidak ada orang merasa sombong dan lebih tinggi dari lainnya dan tidak ada orang menghianati lainnya”
(HR. Muslim).


“Tidak ada orang yang bertawadlu kepada Allah, kecuali Allah akan
mengangkatnya”
(HR. Muslim).


Agar umat Islam Amanah


QS.Al-Anfal (8) ayat 27. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”.


”Tanda-tanda orang munafik ada tiga, ketika bicara bohong, ketika
janji mengingkari dan ketika dipercayai menghianati”.
(HR. Bukhari
Muslim).


Agar Umat Islam Memiliki rasa Malu yang tinggi


”Rasa malu itu selalu mendatangkan kebaikan” (HR. Bukhari Muslim)

“Malu itu bagian dari iman” (HR. Bukhari Muslim).



Agar umat Islam berkata manis dan muka yang ramah


”Takutkan kalian dari neraka walaupun dengan sebutir kurma, kalau
tidak bisa maka bisa dengan perkataan yang manis” (HR. Bukhari
Muslim).


”Kalimat yang baik merupakan sedekah” (HR. Bukhari Muslim).


Agar umat Islam Berbakti kepada kedua orang tua dan handai taulan


QS.An-Nisa (4) ayat 36. "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri",


Ibnu Mas’ud bertanya kepada Rasulullah s.a.w.;” Apa perbuatan yang paling disukai Allah?


Jawab Rasulullah:”Sholat di waktunya”,


Ibnu Mas’ud:”Lalu apa?”

Jawab Rasulullah:”Berbuat baik kepada kedua orang tua” (HR. Bukhari Muslim).


Agar Umat Islam Memperbanyak hubungan Silaturrahim atau berhubungan dengan halayak luas


“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. QS. An-Nisa (4) ayat 1.


“Barangsiapa ingin diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturrahmi”. (HR. Bukhari).


Dasar baik ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits diatas jelaslah bahwa agama Islam, agama yang Rahmatan Lil’alamiin, serta masih banyak lagi ajaran ajaran Agama Islam yang mangarahkan serta membuat pemeluk agama Islam yang mengajarkan umatnya agar berbudi luhur, bukan mengajarkan untuk berprilaku yang menyimpang serta pengrusakan baik Akhlak, mental serta prilaku penyimpangan lainya.

Wallahualam Bisawab , Hanya Allah yang Tahu

Waassalam

Mujiarto Karuk
 

Design in CSS by TemplateWorld and sponsored by SmashingMagazine
Blogger Template created by Deluxe Templates